Home » » Gubernur BI: Kredit Bermasalah Bank Naik, tapi Masih Aman

Gubernur BI: Kredit Bermasalah Bank Naik, tapi Masih Aman

Written By JUFRI on Friday, 31 July 2015 | 06:11

Katadata

KATADATA – Bank Indonesia (BI) memantau naiknya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sejumlah bank badan usaha milik negara (BUMN). Kenaikan tersebut merupakan dampak dari adanya perlambatan ekonomi di Tanah Air.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, secara umum situasi perekonomian saat ini masih dalam kondisi baik. Kenaikan NPL memang menjadi perhatian, tapi seiring dengan mulai terserapnya anggaran pemerintah membuat kegiatan ekonomi menjadi lebih bergeliat.

“Kami lihat ada kenaikan NPL ke 2,6 persen, tapi kan itu gross, sedangkan secara nett masih di bawah 1,4 persen. Menurut kami itu kondisi yang perlu diperhatikan, tapi masih baik,” kata dia di Jakarta, Jumat (31/7).

Sesuai Peraturan BI Nomor 15/2/PBI/2013 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum Konvensional, batas maksimal NPL sebesar 5 persen. (Baca: Antisipasi Kredit Bermasalah, Dua Bank BUMN Naikkan Pencadangan)

Kenaikan NPL sejumlah bank telah menekan laba bersih pada semester I-2015. Kenaikan tersebut terutama disebabkan kondisi perlambatan ekonomi yang menyebabkan kinerja sektor riil menurun. Akibatnya, perbankan kemudian menaikan dana cadangan kerugian penurunan nilai (CPKN)untuk mengantisipasi meningkatnya kredit bermasalah akibat perlambatan ekonomi.

Tiga bank BUMN diketahui telah menaikkan coverage ratio atau kredit bermasalah. Direktur Utama Bank Mandiri  Budi G. Sadikin mengatakan, posisi coverage ratio perseroan pada saat ini sebesar 168 persen. Kenaikan dana pencadangan tersebut untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi yang diperkirakan masih terus berlanjut hingga tahun depan. Ini lantaran NPL bank dengan aset terbesar itu naik dari 2,23 persen menjadi 2,43 persen pada semester I-2015.

(Baca: Ekonomi Melambat, Ribuan Pekerja Dirumahkan)

Ini pula yang menyebabkan laba bersih Bank Mandiri menciut. Pada periode Januari-Juni 2015, laba bersih perseroan hanya tumbuh 3,5 persen menjadi Rp 9,9 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Padahal pada semester I-2014, Bank Mandiri mampu mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 15,6 persen menjadi Rp 9,6 triliun.

Sementara itu, kinerja Bank Negara Indonesia (BNI) lebih terpukul oleh kenaikan kredit bermasalah. Per akhir semester I-2015, rasio kredit bermasalah BNI mencapai 3 persen atau melonjak dibandingkan periode sama 2014 yang masih sebesar 2,2 persen. Gara-gara kredit bermasalah membengkak, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, perseroan menaikkan coverage ratio dari 129 persen menjadi 138,8 persen. “Ini yang menyebabkan laba turun,” ujar dia dalam paparan kinerja semester I-2015 BNI, Kamis (30/7). (Baca: Kredit Bermasalah Naik, Laba BRI Tertekan)

Begitu pula dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI)tyang pada semester I-2015, laba bersihnya hanya mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,6 persen. Pada periode Januari-Juni 2015, perseroan hanya membukukan laba bersih Rp 11,9 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,7 triliun. Bahkan pada tahun lalu, laba bersih bank dengan nilai aset terbesar kedua di Tanah Air itu mampu mencetak pertumbuhan laba hingga 17 persen. (Baca: Pertumbuhan Laba Bersih BCA Melambat)

Turunnya pertumbuhan laba tersebut, kata Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, akibat rendahnya penyaluran kredit. Situasi perekonomian yang kurang menguntungkan saat ini pun membuat rasio kredit bermasalah meningkat. Adapun coverage ratio atas kredit bermasalah BRI saat ini sebesar 141 persen.

Hingga akhir semester I, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross meningkat menjadi 2,33 persen dari periode yang sama tahun lalu 1,97 persen. “Sayangnya kredit tidak seluruhnya memberi repayment yang diharapkan,” kata Haru seusai acara paparan kinerja keuangan semester I-2015 di kantornya, Jakarta, Jumat (31/7).

Sumber : Gubernur BI: Kredit Bermasalah Bank Naik, tapi Masih Aman

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Percepat Pembangunan, Bappenas Punya Kewenangan Baru

SKK Migas Akan Jadi Badan Usaha di Luar Pemerintahan

Antisipasi Kredit Bermasalah, Dua Bank BUMN Naikkan Pencadangan

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved