Home » » Bangun 100 Infrastruktur, Pemerintah Andalkan Utang Rp 477 Triliun

Bangun 100 Infrastruktur, Pemerintah Andalkan Utang Rp 477 Triliun

Written By JUFRI on Sunday, 2 August 2015 | 21:26

Katadata

KATADATA – Pemerintah merencanakan pinjaman dari lembaga pembiayaan multilateral asing sebesar Rp 477 triliun. Pinjaman ini untuk membiayai proyek infrastruktur hingga 2019.

Hal tersebut tercantum dalam Buku utang atau Blue Book Pemerintah edisi 2015-2019 yang diluncurkan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akhir pekan lalu. Total nilai utang untuk seluruh sektor dalam Blue Book tersebut sebenarnya mencapai US$ 39,87 triliun atau setara dengan Rp 539,4 triliun. Sebesar 88,5 persen dari jumlah tersebut, digunakan untuk membiayai 100 proyek infrastruktur. 12,5 persen sisanya untuk membiayai 16 program non infrastruktur.

Dari total 100 proyek infrastruktur yang dibiayai utang ini, pembangunan jalur kereta api tercatat menyumbang porsi paling besar, yakni senilai US$ 6,8 miliar. Porsi proyek terbesar kedua adalah pembangunan pembangkit listrik senilai US$ 4,9 miliar. Selanjutnya proyek pemberantasan kawasan kumuh senilai US$ 4,2 miliar.

Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan tidak semua proyek infrastruktur yang bisa dibiayai dengan pinjaman ini. Ada beberapa kriteria yang yang dipersyaratkan, salah satunya termasuk dalam perencanaan proyek jangka menengah pemerintah. Kriteria lainnya, proyek tersebut mayoritas menggunakan bahan baku impor. Proyek tersebut juga harus bisa dibiayai dengan skema pembiayaan campuran (mix financing).

"Jadi mix financing itu juga tetap membuka ruang bagi APBN untuk masuk. Ini merupakan jalan agar proyek-proyek penting bisa berjalan pembangunannya," kata Wismana.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil sebelumnya mengatakan bahwa pinjaman untuk proyek yang masuk dalam blue book 2015-2019 berasal dari sejumlah lembaga pembiayaan multilateral. Beberapa lembaga pembiayaan multilateral sudah menyatakan komitmennya memberikan utang ke Indonesia, seperti Asian Development Bank (ADB), World Bank, JICA, serta Islamic Development Bank (IDB).

Sementara Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sempat menyebut bahwa pemerintah juga akan mengandalkan pinjaman dari bank infrastruktur Asia yang digagas Cina, yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).  

Sumber : Bangun 100 Infrastruktur, Pemerintah Andalkan Utang Rp 477 Triliun

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

20 Kargo Gas Jatah Dalam Negeri Akan Diekspor

Menko Ekonomi Persilakan Chevron Lanjutkan Produksi di Riau

Pembahasan Nasib SKK Migas Mengerucut Jadi BUMN Khusus

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved