Home » » Bangun Kereta Cepat, Cina Janjikan Pakai Produk Lokal Hingga 60 Persen

Bangun Kereta Cepat, Cina Janjikan Pakai Produk Lokal Hingga 60 Persen

Written By JUFRI on Monday, 31 August 2015 | 04:57

Katadata

KATADATA – Pemerintah Cina menjanjikan penggunaan komponen buatan Indonesia hingga 60 persen dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memutuskan pemenang tender pembangunan jaringan kereta cepat.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli usai bertemu dengan Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng sore ini. Pemerintah menginginkan agar proyek kereta cepat dapat menciptakan efek berantai berupa pertumbuhan industri lokal.

“Untuk Cina (konten lokal) 60 persen. Kalau Jepang kami belum tahu, tapi kami adu tawaran mereka,” kata Rizal di kantornya, Jakarta, Senin (31/8). (Baca: Proyek Kereta Cepat, Jepang dan Cina Punya Peluang yang Sama)

Selain itu, Rizal juga meminta agar Indonesia pelan-pelan dapat dilibatkan dalam pengelolaan kereta cepat ini. Dia beranggapan baik Jepang maupun Cina harus dapat melakukan transfer teknologi agar Indonesia dapat memiliki dan mengoperasikan teknologi kereta cepat sendiri.

“Jadi jangan 30 tahun dikelola penuh Jepang dan Cina, tapi misalnya, di tengah kontrak Indonesia dilibatkan dalam pengelolaan,” kata Rizal.

Dia memastikan pemerintah belum mengambil sikap apakah Cina atau Jepang yang akan menggarap proyek kereta cepat ini. Dia hanya berujar proyek ini harus 100 persen bebas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Selain itu masalah garansi atau jaminan kalau Indonesia harus memberikan jaminan maka sama saja seperti mengeluarkan APBN,” kata Rizal.

Di kesempatan yang sama Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng menyanggupi permintaan pemerintah untuk menyediakan komponen lokal lebih besar. Hal ini disebutnya sebagai penghormatan Cina terhadap kedaulatan Indonesia.

“Selain itu kami juga menyambut baik bahwa pemerintah tidak ingin melibatkan anggaran (APBN) dalam proyek ini,” ujar Xie Feng.

Dia yakin pemerintah Indonesia akan menerima tawaran Cina. Pasalnya negeri panda itu telah sukses membangun jalur kereta cepat di wilayah Pulau Hainan yang karakteristik wilayahnya mirip Indonesia.

“(Pulau Hainan) itu satu-satunya kereta cepat yang ada di dunia. Belum ada negara selain kami yang pernah membangun di wilayah tropis seperti pulau Hainan,” katanya.

Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hasil penilaian atas proposal pembangunan kereta cepat yang diajukan Cina dan Jepang kepada Presiden, Rabu (2/9) mendatang.

Berdasarkan proposal yang diajukan Cina, nilai investasi proyek ini mencapai US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 74,7 triliun. Investor ini juga menjanjikan proyek ini selesai dalam tiga tahun. Cina juga menawarkan pinjaman untuk proyek tersebut. Bunga yang diberikan sebesar 2 persen selama 40 tahun dengan masa tenggang (grace period) pembayaran selama 10 tahun.

Sementara Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam hasil studinya menyebut nilai investasi yang dibutuhkan proyek ini mencapai 60 triliun. Pendanaannya 74 persen dibebankan kepada BUMN, 16 persen pemerintah, dan sisanya swasta. Untuk pengelolaannya, Jepang merekomendasikan pembentukan BUMN khusus yang menangani kereta cepat.

Sumber : Bangun Kereta Cepat, Cina Janjikan Pakai Produk Lokal Hingga 60 Persen

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Tiga Kargo Gas Jatah Dalam Negeri Masih Belum Laku

Dua Investor Korsel Minati Proyek Pembangkit Listrik Senilai Rp 80 Triliun

Pemerintah Beri Fasilitas Tax Holiday untuk Empat Perusahaan

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved