Home » » Calon Investor Kereta Cepat Akan Diputuskan Presiden Pekan Depan

Calon Investor Kereta Cepat Akan Diputuskan Presiden Pekan Depan

Written By JUFRI on Friday, 28 August 2015 | 01:12

Katadata

KATADATA – Presiden Joko Widodo yang akan memutuskan calon investor yang akan menggarap pembangunan kereta cepat atau high speed rail Jakarta-Bandung. Ada dua calon investor yang bersaing untuk menggarap proyek itu, yakni Jepang dan Cina.

Rencananya, tim penilai yang berada di bawah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution akan menyerahkan hasil kajiannya kepada Presiden pada Selasa, 1 September nanti.

“Kami serahkan itu kepada Presiden, mau digunakan atau tidak. Kami sebagai penilai hanya memberitahu. Yang saya bisa bilang hari Senin (31 Agustus) sudah selesai penilaiannya, dan besoknya (selasa) kami bisa sampaikan ke Presiden,” kata Darmin di kantornya, Jumat (28/8).

Dalam penilaian tersebut, pemerintah menggandeng Boston Consulting Group, sebagai konsultan untuk mengevaluasi secara mendalam atas proposal yang diajukan oleh kedua calon investor. Evaluasi tersebut mencakup biaya, teknis operasional, teknologi, hingga dampak ekonomi dari pembangunan kereta cepat tersebut.

“BCG adalah konsultan yang profesional dan ahli,” kata dia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli pernah mengatakan, pemerintah akan memperlakukan kedua negara tersebut dengan adil. Dia juga memastikan proses penunjukan pemenang proyek ini tidak akan dilatarbelakangi oleh kedekatan tertentu antara pihak Indonesia dengan investor di dua negara.

Pemerintah memiliki empat pertimbangan untuk menyeleksi kedua investor tersebut. Pertama, dari segi teknologi (terkait kecepatan dan sistem) serta keamanan. Kedua, dari segi pembiayaan yang ditawarkan, dengan melihat bunga, persyaratan pinjaman dan jaminan. Ketiga, penggunaan komponen dalam negeri yang tinggi. Keempat, mengenai pengoperasiannya karena menginginkan akan dilakukan oleh Indonesia, supaya ada transfer teknologi. (Baca: Menteri BUMN Berharap Cina Menangkan Tender Kereta Cepat)

Berdasarkan proposal yang diajukan Cina, nilai investasi proyek ini mencapai US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 74,7 triliun. Investor ini juga menjanjikan proyek ini selesai dalam tiga tahun. Cina juga menawarkan pinjaman untuk proyek tersebut. Bunga yang diberikan sebesar 2 persen selama 40 tahun dengan masa tenggang (grace period) pembayaran selama 10 tahun.

Sementara Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam hasil studinya menyebut nilai investasi yang dibutuhkan proyek ini mencapai 60 triliun. Pendanaannya 74 persen dibebankan kepada BUMN, 16 persen pemerintah, dan sisanya swasta. Untuk pengelolaannya, Jepang merekomendasikan pembentukan BUMN khusus yang menangani kereta cepat.

Sumber : Calon Investor Kereta Cepat Akan Diputuskan Presiden Pekan Depan

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Audit Petral Akan Selesai Oktober 2015

Investor Dubai Tertarik Sukuk Pemerintah

Pelindo III Siapkan Lahan 100 Hektare untuk Smelter Freeport

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved