KATADATA – Dalam sepekan terakhir, daging sapi sulit ditemukan di pasar. Pasokan yang terbatas membuat harga melambung sehingga para pedagang mogok berjualan. Para pedagang beranggapan pembatasan impor sapi merupakan penyebab langkanya pasokan. Padahal, jumlah permintaan meningkat dibanding tahun lalu.
Pembatasan impor dilakukan sebagai upaya menuju swasembada daging sapi dan mengurangi ketergantungan impor. “Jangan ketergantungan dari negara lain. Nanti kelimpungan kalau suatu saat, misalnya Australia terkena wabah PMK”, ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Muladno.
Masih menurut Muladno, Kementerian Pertanian saat ini sedang melakukan penataan peternak lokal agar tidak terjadi depopulasi sapi. Sebab pengetatan impor berdampak terhadap pemotongan sapi betina produktif.
Menurut Badan Pusat Statistik, Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi nasional tanpa perlu impor. Sebab total populasi sapi nasional mencapai 14,7 juta ekor. Hanya saja, 75 persen, atau 11 juta ekor, merupakan aset keluarga.
Sumber : Ekonografik : Impor Sapi Tak Terhindarkan
Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :
IHSG dan Rupiah Rontok Setelah Cina Lanjutkan Devaluasi Yuan
Rupiah Tembus Rp 13.650, Terimbas Devaluasi Cina
DPR Pesimistis Revisi UU Migas Bisa Selesai Tahun Ini
Katadata on Facebook | Twitter | Google +
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment