Home » » Pasar Was-Was, Pemerintah dan BI Berkoordinasi Perbaiki Ekonomi

Pasar Was-Was, Pemerintah dan BI Berkoordinasi Perbaiki Ekonomi

Written By JUFRI on Tuesday, 18 August 2015 | 22:41

KATADATA – Otoritas fiskal dan otoritas moneter saling berkoordinasi untuk memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Hal tersebut perlu dilakukan karena pelaku pasar terkesan pesimistis terhadap kondisi fundamental ekonomi.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, seharusnya pelaku pasar tidak cepat pesimistis dengan kondisi ekonomi sekarang. Sebab, perekonomian Indonesia hingga kini belum memasuki fase terburuknya. Untuk itulah, pemerintah bersama Bank indonesia (BI) mengadakan rapat koordinasi untuk berupaya mengembalikan kepercayaan pelaku pasar.

"Masih ada was-was di pasar bahwa ekonomi Indonesia belum mencapai bottom. Menurut saya, kita tidak usah debat kusir (di pasar), apakah bottom tercapai atau tidak? Yang harus dilakukan adalah membalikkan situasi," kata Rizal di Gedung BI, Jakarta, Rabu (19/8).

Selain Rizal, rapat koordinasi ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencananaan Pembangunan Nasional (PPN) Sofyan Djalil, dan Gubernur BI Agus Martowardojo. “Rakor antara BI dengan pemerintah. Karena presentasi BI, pasti yang banyak dibahas (terkait) moneter dan keuangan,” kata Darmin.

(Baca: Sinyal Mengkhawatirkan dari Data Perdagangan)

Untuk mengembalikan kepercayaan pasar, menurut Rizal, yang terpenting dilakukan adalah koordinasi dari segi fiskal dan moneter. “Suasana diskusi sangat informal dan cair untuk mengeluarkan ide, bagaimana bisa memperbaiki kondisi ekonomi," katanya.

Sekadar informasi, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan yang menjadi indikator kondisi pasar finansial terus melorot dalam beberapa pekan terakhir. Hari ini (19/8), berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah sudah menembus level Rp 13.824 per dollar Amerika Serikat (AS) atau melemah dari akhir pekan lalu yang sebesar Rp 13.763 per dollar AS. Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, kemarin (18/8), melorot 1,63% dari akhir pekan lalu menjadi 4.510,48.

(Baca: Kinerja Perdagangan Indonesia Semakin Mengkhawatirkan

Selain efek dari luar negeri, memburuknya indikator pasar finansial tersebut karena para pelaku pasar merespons negatif kondisi fundamental ekonomi Indonesia terkini. Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data surplus neraca perdagangan Juli 2015 sebesar US$ 1,33 miliar, tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Namun, surplus itu lebih disebabkan oleh penurunan tajam nilai ekspor dan impor. Impor Juli 2015 turun 28,4 persen sedangkan ekspor melorot  19,1 persen. Ini merupakan penurunan terdalam ekspor sejak Agustus 2012 dan impor sejak Juli 2009. Kinerja ekspor-impor yang semakin melemah itu menegaskan kondisi perlambatan ekonomi tahun ini.

Sumber : Pasar Was-Was, Pemerintah dan BI Berkoordinasi Perbaiki Ekonomi

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Pemerintah Akan Impor 300 Ribu Sapi

Terbelit Utang, Perusahaan Migas Terpaksa Jualan Aset

Nilai Ekspor Migas Sepanjang Tahun Ini Anjlok 37,3 Persen

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved