KATADATA – Pemerintah optimistis pertumbuhan sektor industri bisa mencapai 6,3 persen-6,8 persen pada akhir tahun, meskipun kinerja perekonomian tengah mengalami perlambatan.
Pada kuartal I dan II sektor industri masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,21 persen dan 5,27 persen. Angka itu lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dan II sebesar 4,71 persen dan 4,67 persen.
“Karena itu kami optimistis pertumbuhannya (sektor industri) 6,3 persen-6,8 persen. Tapi pemicunya tetap pada serapan anggaran pemerintah,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8).
Pemerintah, lanjut dia, menargetkan sektor industri farmasi bisa tumbuh 9 persen, makanan dan minuman sebesar 8 persen, sedangkan otomotif tumbuh 6 persen. “Jadi tidak perlu adakan revisi target (pertumbuhan industri),” ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, hingga semester I beberapa sektor industri yang di bawah pembinaannya mengalami pertumbuhan cukup tinggi, kecuali industri mesin yang hanya tumbuh 3 persen. Hal ini tidak lepas dari membanjirnya produk-produk permesinan asing, sehingga produk mesin lokal tidak banyak terserap.
“Mesin ini yang paling banyak terkena dampak barang impor,” kata Suryawirawan.
Dia meminta agar ke depannya tender-tender mesin pemerintah sebaiknya dilakukan tertutup. Ini untuk mencegah serapan anggaran terbuang sia-sia karena tender mesin kembali dimenangkan produk impor. “Kalau pengadaan dari APBN tetap tender terbuka, habis (industri) kita,” kata Suryawirawan.
Sumber : Pemerintah Tetap Optimistis Sektor Industri Bisa Tumbuh 6,8 Persen
Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :
Kekhawatiran Investor Cenderung Meningkat
Tangkal Spekulasi Rupiah, BI Perketat Syarat Pembelian Valas
Pemerintah Tetap Optimistis Sektor Industri Bisa Tumbuh 6,8 Persen
Katadata on Facebook | Twitter | Google +
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment