Home » » Tak Mau “Disetir” Pasar, Menteri ESDM Tolak Turunkan Harga BBM

Tak Mau “Disetir” Pasar, Menteri ESDM Tolak Turunkan Harga BBM

Written By JUFRI on Wednesday, 26 August 2015 | 05:27

BBM---------------------Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA – Pemerintah menyatakan tidak akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), meski harga minyak dunia saat ini sedang mengalami tren menurun. Harga BBM akan tetap, setidaknya hingga Oktober mendatang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menolak untuk menurunkan harga BBM saat ini. Dia beralasan, pemerintah akan dianggap melanggar konstitusi jika menetapkan harga BBM mengikuti perkembangan harga minyak. Menurunkan harga BBM ketika harga minyak turun, sama saja menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar.

"Kalau ada yang mempermasalahkan harga minyak dunia turun, tapi harga BBM tidak langsung turun, itu artinya memaksa kita kembali ke mekanisme pasar. Itu yang disebut melanggar konstitusi kan," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8).

(Baca: Harga BBM Tetap Meski Harga Minyak Dunia Turun)

Pemerintah telah memutuskan bahwa evaluasi harga BBM termasuk mekanisme penentuan harganya, dilakukan setiap enam bulan sekali. Ini dilakukan salah satunya untuk menjaga stabitas harga dan daya beli masyarakat. Mengacu pada keputusan ini, evaluasi harga BBM baru akan dilakukan pada Oktober.

Alasan lain pemerintah tidak menurunkan harga BBM saat ini, kata Sudirman, adalah untuk menutupi kerugian yang dialami PT Pertamina (Persero) sebelumnya. Pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM pada April lalu. Padahal saat itu harga minyak dunia sedang naik. Akhirnya Pertamina terpaksa menanggung kerugian tersebut hingga mencapai Rp 12 Triliun.

"Saya kira hitungan kasarnya tiga sampai empat bulan bisa ter-cover (kerugiannya tertutup). Kalau tidak ter-cover juga, ada hitung-hitungan menggunakan dividen. Yang penting prinsipnya kami tidak ingin membebankan kerugian penjualan BBM kepada korporasi," ujar dia.

(Baca: Harga BBM Tak Naik, Pemerintah Siapkan Dana Stabilisasi BBM)

Saat ini pemerintah juga sedang mengumpulkan dana ketahanan energi. Dana didapat dari kelebihan harga dari penjualan BBM, saat harga minyak tinggi. Dana ini bisa digunakan untuk menutupi selisih harga BBM yang tidak naik, ketika harga minyak sedang tinggi, seperti menutup kerugian Pertamina. (Baca: Petroleum Fund Belum Bisa Diterapkan Tahun Depan)

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan hingga saat ini kerugian tersebut belum bisa tertutupi. Harga minyak dunia memang sedang rendah, hingga di bawah US$ 40 per barel. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga melemah. Hal ini berpengaruh pada harga BBM, yang diimpor menggunakan dolar dan dijual di dalam negeri dengan rupiah.  

“Sekarang dolar naik, crude (minyak) turun. Dolar dengan harga crude kan pengaruhnya sama (pada harga BBM),” ujar Ahmad.

Sumber : Tak Mau “Disetir” Pasar, Menteri ESDM Tolak Turunkan Harga BBM

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

RI Usul Transaksi Dagang di ASEAN Pakai Yuan

BI Kembali Merevisi Target Pertumbuhan Ekonomi 2015

Harga Minyak Anjlok dan Subsidi BBM Menjepit Ekonomi Arab Saudi

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved