Home » » Indeks Saham Regional “Rebound”

Indeks Saham Regional “Rebound”

Written By JUFRI on Monday, 24 August 2015 | 23:27

Katadata

KATADATA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (25/8) sesi pagi berhasil menguat setelah kemarin turun hingga 3,97 persen. Hingga pukul 11.00 WIB, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 111 poin atau naik 2,7 persen.

Di bursa regional, kecuali Cina, rata-rata indeks saham di sejumlah negara menunjukkan kenaikan. Indeks Nikkei 225 tercatat naik tipis 0,6 persen, Hang Seng naik 1,1 persen, KOSPI naik 1,8 persen, sedangkan indeks komposit Shanghai tercatat masih turun 4,3 persen.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks Strait Times mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen, Bursa Malaysia naik 0,9 persen, serta Thailand naik 0,14 persen.  

Kendati demikian, analis First Asia Capital David Nathanael Sutyanto menilai, pasar saham regional masih belum stabil. Investor di negara-negara dengan pasar yang baru berkembang (emerging markets) masih khawatir dengan perkembangan ekonomi global, terutama gejolak yang terjadi di Cina.

Di Indonesia, selain faktor eksternal, investor juga masih menghitung dampak pelemahan kurs rupiah yang sudah tembus angka Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam penilaiannya, pasar saham masih berpotensi mengalami aksi jual pada perdagangan hari ini dan beberapa hari ke depan.

“Karena meningkatnya kekhawatiran berlanjutnya pelemahan rupiah atas dolar AS dan kembali merosotnya harga komoditas. Namun, bila pemerintah merealisasikan rencana pembelian kembali (buyback) saham sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa meredam kepanikan di pasar,” kata dia kepada Katadata, Selasa (25/8).

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kekhawatiran pasar terhadap perekonomian Cina semakin besar, karena harga minyak mentah juga melemah dan sempat menyentuh US$ 38 per barel. Sepanjang tidak ada sentimen negatif, menurut dia, laju IHSG bisa berbalik arah.

Kembali melemahnya laju yuan seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan perlembatan ekonomi Cina dan imbasnya terhadap negara Asia lainnya, memberi sentimen negatif terhadap pelaku pasar.

Sementara itu, dari dalam negeri belum ada sentimen positif yang mampu membuat rupiah bangkit. Dia memperkirakan, laju rupiah akan berada di bawah target support Rp 13.896 per dolar AS. “Pelaku pasar kecewa sekaligus khawatir akan pelemahan lanjutan dan pemulihan ekonomi kian jauh dari harapan,” tutur Reza.

Sumber : Indeks Saham Regional “Rebound”

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Pemerintah Akan Terbitkan Obligasi Global Berdenominasi Yuan

Audit Petral Akan Selesai Oktober 2015

Parkir Lebih dari Tiga Hari, Kontainer Akan Dikeluarkan Paksa

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved