Home » » ADB: Tiga Faktor Pendukung Ekonomi Indonesia Semester II akan Membaik

ADB: Tiga Faktor Pendukung Ekonomi Indonesia Semester II akan Membaik

Written By JUFRI on Tuesday, 22 September 2015 | 03:42

Tol KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA – Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank /ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2015 akan lebih baik dibandingkan semester I lalu. Meski begitu, ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 5,5 persen menjadi 4,9 persen.

Deputy Country Director ADB Edimon Ginting memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini sebesar 5,2 persen. Ini lebih tinggi dari pencapaian pertumbuhan ekonomi pada semester I lalu yang sebesar 4,7 persen. Perkiraan tersebut berdasarkan tiga faktor pendukung pertumbuhan ekonomi.

Pertama, tingkat konsumsi akan lebih stabil seiring dengan perbaikan penjualan ritel, seperti semen. “Mungkin tidak akan segera naik, tapi tidak akan turun lagi,” kata Edimon saat pemaparan Economic Outlook oleh ADB di Jakarta, Selasa (22/9).

(Baca: Proyek Infrastruktur Marak, Penjualan Semen Melonjak 12 Persen

Kedua, percepatan penyerapan anggaran infrastruktur hingga mencapai 90 persen pada akhir tahun nanti sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketiga, perbaikan neraca perdagangan. Meski surplus dagang mengecil, peningkatan impor bahan baku dan barang modal menunjukan ekonomi akan tumbuh lebih baik. “Ekspor mobil meningkat, namun impor bahan bakunya tidak naik,” ujar Edimon. Hal tersebut menunjukkan peningkatan pemakaian bahan baku di dalam negeri.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh penurunan angka inflasi. ADB memperkirakan, inflasi pada akhir tahun nanti akan sesuai target awal yaitu empat persen plus minus satu persen. Adapun defisit transaksi berjalan diperkirakan 2,5 persen hingga akhir tahun ini, yang berarti lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebesar 3,01 persen.

Di sisi lain, Edimon menilai bank sentral di negara-negara berkembang termasuk Bank Indonesia tengah menghadapi dilema. Yaitu harus menyeimbangkan antara menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, dia melihat BI akan tetap menjalankan kebijakan pengetatan dengan mempertahankan suku bunga. “Ketika (suku bunga) turun 2016, itu akan sedikit mendukung pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. Karena itu, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan lebih tinggi, yaitu sebesar 5,4 persen. Tapi, ini masih lebih rendah dari perkiraan awal ADB yaitu sebesar 6 persen.

Tapi, ada dua faktor lain yang perlu diwaspadai. Pertama, gejolak pasar finansial akan memperngaruhi ekonomi domestik. Sebab, utang luar negeri cukup besar mencapai sekitar US$ 300 miliar. Dari jumlah tersebut, seperempatnya merupakan utang jangka pendek. “Ini menjadi risiko,” kata Edimon.

Kedua, musim El Nino akan mempengaruhi sektor pertanian di dalam negeri. Jadi, perlu langkah antisipasi dari pemerintah agar harga pangan lebih murah.

Sumber : ADB: Tiga Faktor Pendukung Ekonomi Indonesia Semester II akan Membaik

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

ADB: Tiga Faktor Pendukung Ekonomi Indonesia Semester II akan Membaik

Pengusaha Sawit Tuding Masyarakat sebagai Pembakar Hutan

Komisi VII Akan Revisi Kebijakan Energi Nasional

Katadata on Facebook | Twitter | Google +



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved