KATADATA - Bank Indonesia memprediksi ekonomi ke depan masih sulit. Untuk itu, bank sentral mengarahkan kebijakan moneter yang konsisten dan hati-hati untuk menjaga inflasi dan defisit transaksi berjalan tahun depan. Langkah itu juga untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar sesuai fundamental ekonomi.
Gubernur BI Agus Martowardojo menyatakan ada empat tantangan yang menghadang tahun depan. Pertama, perlambatan ekonomi Cina diperkirakan hanya tumbuh 6, 5 persen hingga 7 persen. Kedua, tren harga komoditas masih bergerak turun. Ketiga, ketidakpastian kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Terakhir, meningkatnya dana asing yang keluar atau capital outflow.
Meski inflasi dan defisit transaksi berjalan terlihat mulai membaik, namun risiko eksternal masih tinggi. Kondisi ini menganggu kestabilan ekonomi nasional, termasuk potensi risiko instabilitas yang dipicu oleh ketidakpastian kenaikan Fed Rate. Karena itu, kata Agus, kebijakan moneter yang diambil BI masih tetap konsisten dan hati-hati. (Baca juga: DBS Perkirakan Dua Faktor Ancaman Pertumbuhan Ekonomi 2016).
“Di tengah komposisi dana asing ...
Selengkapnya : BI Ramalkan Empat Faktor Membayangi Ekonomi 2016
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment