KATADATA - Tren deflasi selama dua bulan berturut-turut terhenti. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada November 2015 terjadi inflasi 0, 21 persen. Alhasil, inflasi tahun kalender 2015 (year to date) mencapai 2, 37 persen sedangkan inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 4, 89 persen. Pemerintah dan bank sentral pun makin yakin inflasi akhir tahun nanti di bawah 4 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, inflasi pada November 2015 karena kenaikan harga mayoritas kelompok pengeluaran, seperti kelompok bahan makanan, perumahan, kesehatan, pendidikan dan transportasi. Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga adalah kelompok sandang.
Secara lebih spesifik, Sasmito menyebut tiga komoditas yang mencatatkan kenaikan harga selama November lalu: kenaikan harga rokok dan tembakau menyumbang inflasi 1, 13 persen, beras 0, 55 persen dan ayam ras 1, 69 persen. "Tiga (komoditas) itu merupakan penyebab utama inflasi 0, 21 persen, " katanya saat konfrensi pers mengenai inflasi November 2015 ...
Selengkapnya : Inflasi November Rendah karena Efek El Nino Kecil dan Daya Beli Lemah
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment