KATADATA - Defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) diprediksi meningkat tahun ini. Selain dipicu oleh impor bahan baku seiring digenjotnya pembangunan infrastruktur, defisit juga didorong oleh pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sebab, masuknya pekerja asing akan semakin menekan neraca jasa dan pendapatan yang selama ini minus.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan defisit transaksi berjalan sebesar 2, 6 hingga 2, 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2016. Proyeksi tersebut lebih tinggi daripada perkiraan defisit transaksi berjalan tahun lalu senilai US$ 17, 5 miliar atau sekitar 2 persen dari PDB. (Baca: BI Perkirakan Defisit Transaksi Berjalan 2015 Menciut 36 Persen).
Sementara itu, Ekonom Bank Central Asia David Sumual memperkirakan defisit transaksi berjalan akan berada pada kisaran 2, 5 sampai 3 persen tahun ini. Penyebabnya, surplus neraca perdagangan kemungkinan akan mengecil atau bahkan berpeluang defisit. Persoalan geopolitik di Timur Tengah membawa harga minyak turun sehingga berpengaruh pula pada harga komoditas. Kondisi ...
Selengkapnya : Masyarakat ASEAN Picu Pembengkakan Defisit Transaksi Berjalan
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment