KATADATA - Berbeda dari perkiraan para ekonom, neraca perdagangan bulan Desember 2015 masih mencatatkan defisit sebesar US$ 235, 8 juta. Meski begitu, secara kumulatif, neraca dagang selama 2015 mencetak surplus US$ 7, 71 miliar. Ini merupakan surplus tahunan pertama setelah selama tiga tahun berturut-turut neraca dagang Indonesia mengalami defisit.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Desember 2015 mencapai US$ 11, 89 miliar atau naik 6, 98 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan nilai impor sebesar US$ 12, 12 miliar atau meningkat 5, 23 persen. Dari sisi sektor, minyak dan gas bumi (migas) mengalami defisit US$ 501 juta. Padahal, sektor nonmigas mencetak surplus US$ 270 juta. Alhasil, neraca dagang Desember masih defisit US$ 235, 8 juta.
Menurut Kepala BPS Suryamin, seluruh impor berdasarkan jenis penggunaannya naik pada Desember 2015 dibandingkan bulan sebelumnya. Impor bahan baku, barang modal, dan barang konsumsi berturut-turut naik 2, 86 persen, 11, 05 persen, dan 13, 95 persen. "Barang konsumsi ...
Selengkapnya : Tiga Tahun Selalu Defisit, Neraca Dagang 2015 Akhirnya Surplus
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment