KATADATA - Inflasi cukup tinggi bulan lalu, hingga 0, 51 persen, sebagian besar disumbang oleh kelompok yang rentan bergejolak atau volatile food. Pemerintah menyatakan pasokan dan arus distribusi barang menjadi salah satu pemicunya. Untuk itu, kedua masalah ini sedang dibereskan.
Bank Indonesia menyatakan perbaikan problem pangan ini akan berdampak positif dalam menekan laju inflasi, bahkan kemungkinan menjadi deflasi. Direktur Eksekutif Bidang Moneter dan Ekonomi BI Juda Agung mengatakan inflasi di berbagai daerah, terutama di wilayah Timur, biasanya tinggi. Begitu pula dengan tingkat volatilitasnya. (Baca: Harga Sejumlah Pangan Mengerek Inflasi Januari 0, 51 Persen).
Selain itu, disparitas atau perbedaan harga antarwilayah sangat tinggi. Semakin jauh distribusi, inflasi dan volatilitasnya tinggi. “Faktor logistik ini sangat penting pengaruhi inflasi. Maka kami akan fokus pada masalah logistik pangan, ” kata Juda di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016.
Karena itu, Bank Indonesia akan membahas berbagai opsi kebijakan untuk membenahi masalah logistik dan kapasitas pangan. Akan hadir dalam ...
Selengkapnya : Logistik dan Pasokan Membaik, BI Perkirakan Inflasi Februari Rendah
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment