KATADATA - Bank Dunia mencatat kerugian akibat bencana kebakaran hutan dan kabut asap di Indonesia sepanjang Juni hingga Oktober lalu mencapai Rp 221 triliun. Nilainya setara dengan 1, 9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau dua kali lebih besar dari anggaran dana untuk membangun ulang alias rekonstruksi Aceh pasca-tsunami tahun 2004 silam.
"Biaya yang ditanggung untuk konsekuensi lingkungan besar. Ini perkiraan terendah karena tidak termasuk eksternalitas negatif. Dalam hal kesehatan dan siswa yang terpaksa libur karena sekolah ditutup, " ujar Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop dalam acara Bank Dunia bertajuk “Indonesia Economic Quarterly” di Jakarta, Selasa (15/12).
Bank Dunia mencatat, kebakaran hutan tersebut berdampak terhadap delapan provinsi di Indonesia, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua. Dampak kerugian pada delapan provinsi tersebut mencakup 10 bidang. Mulai dari pertanian, lingkungan, kehutanan, manufaktur dan pertambangan, perdagangan, transportasi, pariwisata, kesehatan, pendidikan hingga ...
Selengkapnya : Bank Dunia: Kerugian Kebakaran Hutan Melebihi Tsunami Aceh
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment