KATADATA - Setelah sekadar menjadi wacana selama lebih setahun terakhir, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves menaikkan suku bunga acuan (The Fed rate) sebesar 25 basis poin dari 0-0, 25 persen menjadi 0, 25-0, 50 persen, Rabu malam waktu setempat atau Kamis dinihari (17/12) waktu Indonesia. Di luar perkiraan, kebijakan yang menandai berakhirnya era bunga nol persen selama tujuh tahun terakhir tersebut tidak mengguncang pasar keuangan dan saham dunia serta di dalam negeri.
Di pasar valuta asing (valas), dolar Amerika Serikat (AS) cuma menguat 0, 17 persen terhadap euro dan 0, 45 persen atas yen Jepang. Sedangkan di pasar obligasi, surat utang pemerintah bertenor pendek mengalami tekanan jual. Imbal hasil obligasi pemerintah berjangka dua tahun naik menjadi lebih 1 persen, yang merupakan level tertinggi sejak April 2010. Begitu pula, imbal hasil obligasi pemerintah berjangka 10 tahun naik menjadi 2, 291 persen.
Di bursa saham, kebijakan bank sentral AS itu juga menuai ...
Selengkapnya : Bunga The Fed Naik: Rupiah Menguat, Bursa Saham Menghijau
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment