KATADATA - Harga minyak dunia diprediksi masih sulit naik. Gubernur Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) Indonesia Widhyawan Prawiraatmadja memperkirakan harga emas hitam itu susah menembus US$ 60 per barel pada 2016.
Penyebabnya, negara-negara yang tergabung dalam organinasi pengekspor minyak itu tidak mau menurunkan produksinya. Akibatnya, produksi minyak dunia tahun depan akan berlebih hingga 2, 5 juta barel per hari. (Baca: Terendah Sejak 2009, Harga Minyak Tahun Depan Bisa US$ 20).
Bila ramalan tersebut benar terjadi, harapan untuk mengerem laju produksi akan ditumpukkan kepada negara-negara non-OPEC. “Atau, menurut OPEC, yang harus meng-cut produksi adalah produsen dengan biaya produksi tinggi, ” kata Widhyawan di Jakarta, 8 Desember 2015. Sebagai contoh adalah Amerika Serikat dengan minyak serpihnya atau shale oil yang biayanya mencapai US$ 70 per barel.
Negara Paman Sam itu, kata Widhyawan, bisa menggenjot produksi shale oil karena saat itu harga minyak dunia US$ 140 per barel. Sementara saat ini harga minyak berkisar US$ 40 ...
Selengkapnya : Indonesia Bisa Pengaruhi Harga Minyak di Forum OPEC
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment