KATADATA - Dunia usaha mengaku berhati-hati dalam menetapkan sejumlah target pada 2016. Hal ini seiring beberapa indikator ekonomi makro Indonesia dan dunia yang belum membaik pada tahun depan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan beberapa faktor yang menetukan tersebut adalah rencana bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reseve, menaikkan tingkat suku bunga. Lalu, harga minyak dunia yang masih tertekan dan diperkirakan paling tinggi di kisaran US$ 60 per barel. Terakhir, pertumbuhan ekonomi Cina yang kemungkinan melamban.
“Dari segi makro kami tetap hati-hati karena mempertimbangkan kondisi yang melambatkan usaha, ” kata Haryadi dalam acara Outlook 2016 Apindo di Gedung Menara Permata, Jakarta, Senin, 14 Desember 2015. (Baca: DBS Perkirakan Dua Faktor Ancaman Pertumbuhan Ekonomi 2016).
Haryadi memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan akan mencapai 5, 5 persen. Penetapan angka ini menimbang kesiapan dunia usaha. Bila target terlalu tinggi akan merepotkan untuk mencapainya. Menurut Haryadi, angka tersebut cukup nyaman bagi dunia usaha.
Meskipun ...
Selengkapnya : Pengusaha Mewaspadai Gejolak Ekonomi 2016
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment