KATADATA - Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) sejak awal tahun ini dapat mengurangi ongkos transportasi, sehingga turut mengerem laju inflasi pada bulan pertama tahun ini. Namun, kenaikan harga sejumlah bahan makanan dan pangan akan lebih dominan mengerek angka inflasi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memperkirakan pada Januari ini masih akan terjadi inflasi. Perkiraan itu berdasarkan hasil pemantauan BI hingga pekan kedua Januari tercatat inflasi sebesar 0, 75 persen. Faktor utama penyebabnya adalah kenaikan komponen harga pangan bergejolak (volatile food), seperti cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam ras.
Di sisi lain, adanya impor jagung, indukan ayam, dan anak ayam umur sehari (day old chicken/DOC) sehingga membuat harga ayam dan pakan ternak turut melonjak. “Kalau ada keterbatasan di dalam negeri dan melakukan impor yang bersifat sementara, akan berpengaruh ke pakan ternak dan harga pemeliharaan ayam petelur maupun pedaging. Kami menyoroti itu, ” kata ...
Selengkapnya : Akibat Harga Pangan Melambung, BI Meramal Inflasi pada Januari
via Katadata.co.id
0 comments:
Post a Comment