Home » » Dua Kementerian Beda Pendapat Soal Pengurangan Ekspor Minyak

Dua Kementerian Beda Pendapat Soal Pengurangan Ekspor Minyak

Written By JUFRI on Thursday, 14 January 2016 | 22:16

bbm

KATADATA - Dua kementerian berbeda pendapat mengenai rencana pengurangan ekspor minyak produksi dalam negeri. Keduanya adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan.

Kementerian ESDM mengusulkan untuk mengurangi ekspor dengan memaksimalkan produksi minyak untuk memenuhi kebutuhan kilang PT Pertamina (Persero). Pengurangan ekspor ini bisa berdampak pada berkurangnya impor minyak dan bisa menghemat devisa negara, yang diklaim mencapai US$ 3, 8 miliar per tahun, atau sekitar Rp 50 triliun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menganggap minyak mentah yang dihasilkan di dalam negeri tidak cocok dengan spesifikasi kilang Pertamina. Kilang di Indonesia hanya bisa mengolah minyak yang kualitasnya rendah, yakni jenis heavy dan sour. Jenis minyak seperti ini biasanya berasal dari Timur Tengah. Sedangkan minyak mentah yang diproduksi di dalam negeri berkualitas tinggi, yakni jenis light dan sweet.

Menyikapi pendapat tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said justru berkata sebaliknya. "SKK Migas dan Dirjen migas sudah melakukan assessment (penilaian), sudah bicara dengan Pertamina. Memang (minyak ...

Selengkapnya : Dua Kementerian Beda Pendapat Soal Pengurangan Ekspor Minyak



via Katadata.co.id
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Yuk Bisnis Property - All Rights Reserved